Tips Menjadi "Eco-Friendly Traveler"

Sabtu, 22 Januari 2011


Jangan meninggalkan apa pun selain jejak kaki Anda dan jangan mengambil apa pun selain mengambil foto. Tentu kalimat ini pernah Anda dengar, tetapi apakah Anda lakukan saat sedang berwisata? Menjadi eco-friendly traveler alias wisatawan yang ramah lingkungan, sebenarnya mudah saja. Tidak percaya? Coba ikuti tips berikut:
Menyimpan dan mengumpulkan sampah Jika saat berwisata Anda ingin membuang sampah tapi tidak ada tempat sampah yang tersedia, maka simpan saja dulu di mobil, di dalam tas, atau saku Anda. Jangan membuang sampah sembarangan. Setiba Anda di hotel atau tempat lain seperti stasiun pengisian bahan bakar untuk umum, barulah Anda kumpulkan sampah-sampah itu dan buanglah ke tempat sampah.
Tidak memetik atau merusak tanaman Bunga bermekaran memang tampak menggoda untuk dipetik. Tetapi, hal ini hanya akan merusak lingkungan. Jangan memetik apalagi sampai merusak tanaman yang Anda temui saat berwisata. Biarkanlah apa adanya.
Tidak mengganggu habitat binatang, apalagi membunuh Sering kali tindakan sepele saat berwisata malah dapat membunuh binatang. Misalnya, saat sedang liburan di pantai, wisatawan suka mengambil kerang-kerang yang bersembunyi di pasir. Banyak dari kerang ini yang sebenarnya masih hidup dan dengan membawanya pulang hanya akan membuat mereka mati.

Hindari penggunaan bensin yang berlebihan Cobalah berkelana menggunakan angkutan umum. Selain tidak ikut menyumbang polusi udara, Anda juga bisa merasakan petualangan seru. Alternatif lain adalah dengan menyewa sepeda.

Tips Liburan Kreatif


Bosan dengan mal sebagai pilihan berlibur di akhir pekan? Alternatif tempat wisata untuk penduduk Jakarta dan beberapa kota besar lainnya terkadang menjemukan. Tapi jika Anda jeli dan berpikir kreatif, ada banyak tempat dan cara yang bisa menjadi pilihan wisata Anda. Berikut tips sederhana yang bisa Anda terapkan. Tips ini juga bisa Anda gunakan saat berwisata ke luar kota.
Wisata Karya
Jika Anda biasanya berplesir ke objek-objek yang menawarkan pemandangan indah atau sekedar berbelanja, tidak ada salahnya kini Anda mencoba prakarya. Di Jakarta misalnya, Anda bisa belajar membuat batik yang biasa diselenggarakan di Museum Tekstil.
Wisata Sejarah
Saat berkunjung ke situs bersejarah, jangan hanya sekadar melihat-lihat dan berfoto narsis saja. Tapi coba Anda korek informasi mengenai tempat bersejarah yang Anda kunjungi. Minta bantuan pengelola tempat tersebut untuk menjelaskannya pada Anda. Umumnya museum dan tempat bersejarah memilikitour guide. Lalu, tulislah mengenai kunjungan Anda di blog pribadi sehingga Anda bisa selalu mengingat cerita mengenai tempat tersebut.
Ambil Peta dan TunjukApakah Anda sering menjelajahi kota tempat tinggal Anda sendiri? Jika jawaban Anda 'Jarang', maka inilah saat yang tepat untuk Anda memiliki peta kota tempat tinggal Anda. Ambil peta, tutup mata Anda, dan tunjuk dengan jari secara acak di atas peta. Pergilah ke tempat yang Anda tunjuk. Akan makin asyik bila perjalanan ini Anda lakukan bersama dengan teman-teman Anda. Untuk menambah keseruan, gunakan kendaraan umum. Telusuri, jelajahi, dan nantikan kejutan-kejutan yang mungkin Anda temui di perjalanan.

Bali, Tidak Hanya Pantai dan Laut


Pantai, laut, dan matahari adalah tiga hal pertama yang terlintas dalam benak saya apabila mendengar kata "Bali". Pulau kecil di bagian timur Indonesia ini merupakan destinasi favorit para pelancong lokal maupun internasional, yang rata-rata memiliki tujuan untuk menghabiskan waktu liburan dengan berjemur, melakukan olahraga air, dan berpesta!

Namun tentu saja Bali tidak hanya memiliki pantai yang cantik, Bali juga memiliki pegunungan dan dataran tinggi yang indah. Oktober tahun lalu, saya dan tiga orang teman saya berkesempatan untuk berkeliling Bali dengan tujuan utama untuk mengeksplorasi bagian dataran tingginya.

Namun bagi backpacker sekelas saya, sepertinya hostel-hostel di sekitar Jalan Poppies dan Benesari sudah cukup nyaman dan lebih bersahabat untuk dompet Anda. Yeah, I'm so cheap...Selama lima hari empat malam kami berencana untuk menginap di Tune Hotel Legian, sebuah hotel yang dikelola oleh salah satu maskapai penerbangan asal Malaysia. Hotel ini saya rekomendasikan untuk paraflashpacker karena standar fasilitasnya yang sekelas hotel berbintang namun dengan harga yang lebih ekonomis.
Titik keberangkatan kami bermula di Blok M, Damri menjadi pilihan moda transportasi kami untuk mencapai Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Cukup dengan Rp 20.000 Anda akan tiba dengan nyaman dan selamat sentosa di terminal keberangkatan Soekarno-Hatta.
Terminal 3 di Bandara Soekarno-Hatta masih tampak lengang saat kami tiba. Saat ini memang hanya ada dua maskapai yang beroperasi di terminal ini. Oh ya, tips saya, bawa bekal dari rumah kalau kira-kira harus menunggu agak lama di bandara. Kenapa? Karena harga makanan di bandara berkali-kali lipat dari harga normal.
Akhirnya pesawat kami mendarat di Bandara Ngurah Rai, Bali saat menjelang malam. Untuk mencapai hotel, taksi adalah satu-satunya pilihan karena tampaknya keberadaan angkutan umum memang kurang umum di Bali, yang tersedia adalah sewa mobil atau sewa motor. Begitu mencapai terusan Jalan Legian, sopir taksi kami menurunkan kami di gang depan hotel tersebut karena jalan masuk yang cukup sempit. Tapi cukup jalan kaki sedikit ke dalam, akhirnya kami tiba di TuneHotels! Yippy!
TuneHotels ini adalah salah satu budget hotel yang men-charge biaya kamar sesuai dengan fasilitas yang kita pesan, contohnya: handuk, AC, dan sebagainya. Dengan biaya sekitar Rp 400.000 per orang untuk 4 malam, kami mendapatkan sarapan dan fasilitas AC 24 jam. Malam telah larut, sehingga kami segera bersiap-siap untuk beristirahat dan menyiapkan diri untuk jalan-jalan besok.
Hai kawan, saya kira Bali itu kecil. Ternyata luas banget! Berhubung saya yang bertanggung jawab atasitinerary kami selama di sana, saya belajar bahwa Bali itu ternyata luas banget ya!! Saya kira bisa muter-muter Bali dalam waktu dua hari penuh, dan masih punya banyak waktu untuk bersantai-santai di hari-hari selanjutnya. Ternyata itinerary yang sudah saya buat itu rupanya agak ngerjain travel yang kami sewa, he-he-he.. maaf yah, saya memang lemah dalam geografi.
Hari Pertama: Goa Gajah, Tampaksiring, Kintamani, Desa Adat Penglipuran, dan Tari Kecak. Tujuan utama kami hari itu adalah menyusuri Kintamani di Bali Timur, dengan Goa Gajah dan Pura Tirta Empul sebagai pemberhentian pertama. Untungnya cuaca hari itu tampak terik dan amat cerah, mendukung acara jalan-jalan kami yang cukup jauh.
Setelah menyelesaikan sarapan di Es Teler 77 -- rupanya TuneHotels Bali bekerja sama dengan Es Teler 77 sebagai anchor restaurant-nya -- kami berangkat dari Legian pada pukul 9 pagi dan sekitar 45 menit kemudian kami tiba di Goa Gajah.
Kompleks Goa Gajah yang terletak di Desa Bedulu ini adalah sebuah kawasan yang memiliki sebuah gua dan sebuah area bekas tempat pemandian yang dibangun pada sekitar abad 11. Yang menarik dari Goa Gajah ini adalah ukiran pada mulut gua yang dipahat menyerupai kepala besar sebuah tokoh dengan mulut terbuka, di kedua sisi mulut gua terlihat dua patung yang seolah-olah menjaga gua tersebut. Begitu kami masuk ke dalam, tampak beberapa cerukan yang cukup dalam dan berjejer di dinding gua, rupanya cerukan tersebut adalah tempat bermeditasi para tokoh agama di zaman dahulu.
Beralih dari Goa Gajah, kami menuju Pura Tirta Empul di Desa Tampaksiring. Di dalam kawasan ini terdapat istana presiden di atas bukit -- yang entah mengapa kok diletakkan di sana, strategis banget buat ngintip -- dan sebuah area pemandian yang dikelilingi oleh kompleks pura yang lumayan luas.
Sumber air di Pemandian Tampaksiring ini berasal dari mata air yang dipercaya memiliki kekuatan magis. Hari itu kawasan tersebut tampak penuh dengan pengunjung, teriknya matahari Bali seakan-akan mendesak para pengunjung untuk segera masuk ke dalam pemandian yang airnya dingin dan amat jernih, untuk kemudian melakukan ritual pembersihan diri.
Setelah puas berfoto, kami menyempatkan untuk mampir ke sebuah restoran di Kintamani sekaligus untuk menikmati pemandangan dari atas bukit. Udara sejuk pegunungan dan pemandangan Gunung Batur dan danaunya yang membentang indah di horizon benar-benar membuat kami malas bergerak dari kursi. Tadinya kami berencana untuk sekaligus ke Desa Trunyan, tapi mengingat hari sudah agak sore akhirnya destinasi kami beralih ke Desa Adat Penglipuran yang terletak di Kabupaten Bangli.
Desa Adat Penglipuran ini sebenarnya tidak ada di itinerary yang saya buat, tapi menjadi salah satu objek wisata yang paling saya suka selama berjalan-jalan di Bali. Desa Adat ini awalnya adalah sebuah desa biasa dengan kawasan yang tertata rapi dengan pemandangan alam yang asri dan luar biasa indah, sehingga membuat kami betah berlama-lama di sana. Dengan didukung pula oleh sistem masyarakatnya yang masih kuat dan unik, pada akhirnya desa ini diangkat oleh pemerintah lokal menjadi salah satu objek wisata Bangli.
Penataan fisik kawasan ini terlihat unik dan rapi dengan bagian depan rumah yang dibuat serupa satu sama lain, baik dalam hal fungsi, material, dan bentuk. Desa ini terletak di sebuah dataran tinggi dengan area utama berupa pura yang diletakkan di kontur tanah yang paling tinggi.
Untuk memasuki kawasan ini dikenakan biaya Rp 11.000 untuk rombongan kami, dan kita diharuskan berjalan kaki ke dalam kawasan karena kendaraan tidak diperbolehkan masuk.
Setelah puas berkeliling dan memotret Desa Adat Penglipuran, tak terasa perut kami kembali minta diisi. Pemandu kami mengusulkan untuk berhenti dahulu di Warung Ijo, di daerah Gianyar. Walaupun terlihat sederhana, tapi makanan di sini benar-benar memuaskan! Kami memesan 5 porsi nasi paket, yang isinya 1 ekor ikan bakar beserta sambalnya, sayur plecing, sate languan, bakso ikan laut, nasi putih, dan minuman. Semuanya hanya menghabiskan Rp 79.000. Kenyang, enak, dan relatif murah.
Hari itu ditutup dengan mencari Tari Kecak! Karena Tari Kecak biasa diadakan pada saat menjelang matahari terbenam, kami segera bergegas menuju Batubulan, lokasi terdekat dari tempat kami saat itu. Pertunjukan akan segera dimulai saat kami menginjakkan kaki di Sahadewa, sebuah gedung kesenian yang mempertunjukkan berbagai jenis tarian khas Bali. Setelah membeli tiket seharga Rp 80.000 per orang, kami segera masuk ke dalam bangunan dan mencari tempat duduk.
Tari Kecak sendiri adalah tarian khas Bali yang paling terkenal, tarian ini tidak menggunakan alat musik namun menggunakan suara para penari laki-laki yang terdengar berbunyi, "cak.. cak.. cak.."
Tari Kecak menceritakan kisah Ramayana dengan tokoh-tokohnya yakni Rama, Shinta, Rawana, dan beberapa tokoh punakawan. Menjelang malam, suasana mistis terasa makin kuat, apalagi saat tarian Kecak Api mulai dipertunjukkan. Saat sang penari mulai dirasuki roh dan menerjang api, tak pelak mata kami yang saat itu mulai mengantuk serentak terbelalak karena rasa terpesona.
Pertunjukan selama satu jam itu akhirnya selesai sudah, tak lupa kami meminta foto bersama para penari di panggung untuk kemudian melanjutkan jalan pulang ke hotel kami. Saran saya, patut dicoba pula untuk menonton pertunjukan Tari Kecak di Pura Uluwatu saat matahari terbenam, karena lokasinya yang terletak di atas tebing membuat suasana mistis lebih terasa.
Okeh, sekarang kami harus bersiap-siap untuk istirahat karena besok kami akan menjelajah ke Danau Beratan dan Pura Ayun di daerah Bali Utara. (Herajeng Gustiayu)


www.backpacker-notes.blogspot.com
Sumber :

Mie Kedondong, Nikmat Tanpa Pengawet




KOMPAS/NINA SUSILOMi bakso pangsit di Mie Kedondong sedap di lidah karena mi yang digunakan lunak tanda kesegaran.

 Penjual mi yang bertahan hingga berpuluh tahun biasanya mampu mempertahankan kualitas hidangannya. Salah satu yang menerapkan itu adalah Mie Kedondong, depot mungil di Jalan Kedondong Lor I nomor 7C Surabaya yang setia menjamu pengunjungnya sejak 1977.
Mie bakso pangsit di Mie Kedondong sedap di lidah karena mi yang digunakan lunak tanda kesegaran. Menurut Ny Gunawan pemilik depot, mi dibuat dua kali setiap hari, pagi dan sore. Adapun depot di Kedondong Lor buka pukul 9.00-14.00 diselang istirahat dan kemudian buka kembali 16.00-21.30.
Karenanya, mi selalu segar. Selain itu, tidak ada bahan pengawet yang ditambahkan pada mi yang dibuat sendiri itu. Depot Mie Kedondong pun kini membuka cabang Di Jalan Kutai Surabaya dan Vila Bukit Mas Surabaya.

SEJARAH SINGKAY BENTENG ROTTERDAM

Sabtu, 15 Januari 2011

Sejarah Singkat
Benteng Fort Rotterdam merupakan salah satu benteng di Sulawesi Selatan yang boleh dianggap megah dan menawan. Seorang wartawan New York Times, Barbara Crossette pernah menggambarkan benteng ini sebagai “the best preserved Dutch fort in Asia”. Pada awalnya benteng ini disebut Benteng Jumpandang (Ujung Pandang).



Benteng ini merupakan peninggalan sejarah Kesultanan Gowa, Kesultanan ini pernah Berjaya sekitar abad ke-17 dengan ibu kota Makassar. Kesultanan ini sebenarnya memiliki 17 buah

benteng yang mengitari seluruh ibu kota. Hanya saja, Benteng Fort Rotterdam merupakan benteng paling megah diantara benteng benteng lainnya dan keasliannya masih terpelihara hingga kini.

Benteng ini dibangun tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-X yang bernama Imanrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung atau Karaeng Tunipalangga Ulaweng. Pada awalnya bentuk benteng ini adalah segi empat, seperti halnya arsitektur benteng gaya Portugis. Bahan dasarnya campuran batu dan dan tanah liat yang dibakar hingga kering.

Pada tanggal 9 Agustus 1634, Sultan Gowa ke-XIV (I Mangerangi Daeng Manrabbia, dengan gelar Sultan Alauddin) membuat dinding tembok dengan batu padas hitam yang didatangkan dari daerah Maros. Pada tanggal 23 Juni 1635, dibangun lagi dinding tembok kedua dekat pintu gerbang.

Benteng ini pernah hancur pada masa penjajahan Belanda. Belanda pernah menyerang Kesultanan Gowa yang saat itu dipimpin Sultan Hasanuddin, yaitu antara tahun 1655 hingga tahun 1669. Tujuan penyerbuan Belanda ini untuk menguasai jalur perdagangan rempah rempah dan memperluas sayap kekuasaan untuk memudahkan mereka membuka jalur ke Banda dan Maluku.

Armada perang Belanda pada waktu itu dipimpin oleh Gubernur Jendral Admiral Cornelis Janszoon Speelman. Selama satu tahun penuh Kesultanan Gowa diserang, serangan ini pula yang mengakibatkan sebagian benteng hancur. Akibat kekalahan ini Sultan Gowa dipaksa untuk menandatangani Perjanjian Bongaya pada tanggal 18 November 1667.

Gubernur Jendral Speelman kemudian membangun kembali benteng yang sebagian hancur dengan model arsitektur Belanda. Bentuk benteng yang tadinya berbentuk segi empat dengan empat bastion, ditambahkan satu bastion lagi di sisi barat. Nama benteng kemudian dinamakan Fort Rotterdam, yang merupakan nama tempat kelahiran Speelman.

Sejak saat itu Benteng Fort Rotterdam berfungsi sebagai pusat perdagangan dan penimbunan hasil bumi dan rempah rempah sekaligus pusat pemerintahan Belanda di wilayah Timur Nusantara (Indonesia).


Arsitektur Benteng
Dinding benteng ini kokoh menjulang setinggi 5 meter dengantebal dinding sekitar 2 meter, dengan pintu utama berukuran kecil. Jika dilihat dari udara benteng ini berbentuk segi lima seperti penyu yang hendak masuk kedalam pantai. Karena benteng ini bentuknya mirip penyu, kadang juga benteng ini juga dinamakan Benteng Panynyua (Penyu). Benteng ini mempunyai 5 Bastion, yaitu bangunan yang lebih kokoh dan posisinya lebih tinggi di setiap sudut benteng yang biasanya ditempatkan kanon atau meriam diatasnya.


Wisata Sejarah
Salah satu obyek wisata yang terkenal disini selain melihat benteng serta museum Lagaligo adalah menjenguk ruang tahanan sempit Pangeran Diponegoro saat dibuang oleh Belanda sejak tertangkap ditanah Jawa. Perang Diponegoro yg berkobar diantara tahun 1825-1830 berakhir dengan dijebaknya Pangeran Diponegoro oleh Belanda saat mengikuti perundingan damai. Pangeran Diponegoro kemudian ditangkap dan dibuang ke Menado, lantas tahun 1834 ia dipindahkan ke Fort Rotterdam.

Dia seorang diri ditempatkan didalam sebuah sel penjara yang berdinding melengkung dan amat kokoh. Diruang itu ia disedikan sebuah kamar kosong beserta pelengkap hidup lainnya seperti peralatan shalat, alquran, dan tempat tidur. Banyak kemudian yang meyakini bahwa Diponegoro wafat di Makassar, lalu ia dikuburkan disitu juga. Tapi ada pendapat lain mengatakan, mayat Diponegoro tidak ada di Makassar. Begitu ia wafat Belanda memindah ia ketempat rahasia agar tidak memicu letupan diantara pengikut fanatiknya di Jawa atau disitu.
Akses ke Lokasi
Karena letaknya di tengah Kota Makassar, benteng ini mudah diakses. Bisa menggunakan taksi, angkutan kota, atau fasilitas pengantaran hotel.

Tarif
Pengelola tidak mengenkan tarif kepada setiap pengunjung yang masuk ke benteng ini.

sumber artikel : http://wisata.makassarkota.go.id/ind...d=35&Itemid=39

sumber foto : http://www.elanguages.org/images/56680 dan http://stat.kompasiana.com/files/2010/07/rotterdam3.jpg
Wawar05 no está en línea   Reply 
With Quote

AYO KE MAKASSAR !

Visit Makassar 2011, Ayo ke Makassar!



Kota Makassar sepertinya tidak mau jadi peserta saja dalam berbagai kesempatan dan program pariwisata Indonesia. Menjadi penggagas VISIT MAKASSAR 2011 adalah merupakan langkah awal pemerintah kota Makassar untuk menunjukan keseriusanya menggarap lahan pariwisata yang sangat potensial, karena selama dunia ada, manusia akan selalu berwisata. Dapat dikatakan pariwista tidak akan mati selama manusia hidup.
Program Visit Makassar and Beyond 2011 diharapkan menjadi momentum awal bangkitnya industri pariwisata di Sulawesi Selatan dan Kota Makassar khususnya. Makassar yang merupakan kota berlandaskan kearifan lokal mempunyai alam yang indah seperti wisata alam nasional Bantimurung Kabupaten Maros, bangunan rumah adat Toraja, serta beberapa tempat tujuan wisata lainnya.
Program Visit Makassar merupakan sebuah program yang terarah dan berkesinambungan untuk meningkatkan sektor pariwisata dari tahun 2011 hingga 2014. Program ini lahir bukan saja sebagai wujud apresiasi Pemkot Makassar untuk menopang program Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata setiap tahunnya. Program ini tentunya akan berjalan dengan baik jika semua pihak-pihak terkait ikut bekerjasama untuk mensukseskan program pariwisata ini.

Tips Mengajak Si Kecil Berlibur

Paling seru memang mengajak buah hati Anda berwisata. Apalagi jika buah hati Anda masih balita, hal sekecil apapun akan menarik perhatiannya. Tapi, membawa si kecil berlibur kadang merepotkan. Ikuti tips berikut agar si kecil tidak rewel di perjalanan.


Tips Sebelum Berwisata Kuliner

Berlibur memang kurang lengkap jika belum cicip-cicip alias berwisata kuliner. Mencoba berbagai menu unik dan enak pasti jadi incaran saat Anda berwisata di satu tempat yang menarik. Nah, jika Anda berniat untuk berwisata kuliner, perhatikan hal-hal berikut:

 
Alergi Sebelum memakan suatu makanan yang tampak asing di mata Anda, pastikan dulu Anda mengetahui makanan tersebut terbuat dari bahan apa. Jika Anda punya sejarah alergi pada bahan makanan tertentu, Anda perlu menegaskan pada pelayan mengenai bahan yang terkandung di dalam masakan tersebut. Begitupula dengan kehalalan dari menu itu.

Makau, Kota Bergaya Eropa di Asia

Apabila ingin mencicipi rasanya berjalan-jalan di Eropa tanpa ingin kesulitan mengurus visa ke kedutaan dan tidak ingin terlalu menguras tabungan, Anda dapat mengunjungi Makau, sebuah kota kecil bagian dari China.Makao atau Makau adalah salah satu dari dua daerah administrasi khusus dari Republik Rakyat China, selain Hongkong. Kota Makau merupakan sebuah kota yang terkenal akan kehidupan malam dan judinya. Dapat dibilang bahwa Makau adalah sebuah Las Vegas-nya Asia karena perekonomian wilayah ini memang sangat tergantung pada kegiatan perjudian dan pariwisata kotanya.

Di balik kehidupan malamnya, Makau juga menyimpan harta karun berupa kekayaan arsitektural, tata kota, dan kuliner yang melimpah peninggalan dari pemerintahan Portugis yang menduduki Makau selama lebih dari 400 tahun, hingga diambil alih oleh pemerintah China pada tahun 1999.

INDAHNYA BERMAIN DI WATER BOOM PANGKEP


Ke mana Anda menghabiskan akhir pekan? Jika belum punya rencana, Anda bisa mengunjungi Dunia Fantasi atau Kawasan Wisata Mattappa yang terletak di Kelurahan Samalewa Kecamatan Bungoro Pangkep. Taman wisata ini menawarkan berbagai permainan layaknya di Ancol, Jakarta. Ada water boom, bianglala, kolam renang yang dilengkapi lucuran air sepanjang 30-100 meter, bom-bom car, dan sebagainya. Kasubdin Obyek Wisata Pangkep, Syamsuddi, beberapa saat lalu, mengatakan, kawasan wisata ini mempunyai luas sekitar 11 hektar. Namun saat ini belum semuanya dimanfaatkan untuk taman wisata. Biaya yang ditawarkan untuk masuk ke kolam renang ini hanya Rp 10 ribu per kepala. Jika ingin menggunakan permainan lainnya, pengunjung harus membayar lagi.
sumber : http://salewangang01.blogspot.com/2010/09/water-boom-pangkep.html

Liburan Musim Dingin di Perancis


Bila kemarin saat tiba di tempat liburan kami di kota Villefranche-de-Rouergue, kami disambut oleh hujan dan malamnya diterpa salju, pagi ini kami bangun tidur dengan pemandangan serba putih sekeliling kami. Dari jendela kamar, pemandangan pagi itu bagaikan karpet dari kapas menutupi seluruh daerah pegunungan. Lahan perternakan tempat kami menginap tak terlihat lagi warna hijau rerumputan dan tanahnya, semua tertutup oleh salju!


Hidup di negara empat musim kehidupan boleh dibilang berwarna. Karena setiap musim berganti, berubah pula pola hidup hingga warna yang tersaji oleh alam. Perubahan bisa terjadi secara tiba-tiba, seperti saat itu. Ketika kami datang, daerah yang kami kunjungi masih terlihat berwarna-warni namun esok harinya bagaikan tertumpah cat menjadi putih merata. 

Mau Jalan-jalan? Cek Info Travel di iPad


Para pemilik iPad makin dimanjakan dengan aplikasi-aplikasi gratis yang memberi informasi wisata mancanegara.
Informasi wisata ini cukup lengkap. Info terbagi dalam empat bagian, yaitu Must See, Country Info, Map, dan Near By. Selain itu, ada pula info cuaca, mata uang, dan waktu.
Jika Anda suka melakukan perjalanan wisata dan membutuhkan informasi seputar wisata di negara tujuan, carilah aplikasi gratis di App Store, cari dengan kata kunci travel.
Memang beberapa aplikasi tidak gratis, tetapi banyak juga aplikasi terbaru yang tidak perlu membayar. Anda cukup mendapatkannya lewat App Store.
Setelah itu, Anda tinggal memilih apakah ingin mencari informasi wisata di Italia, Hongkong, Perancis, Irlandia, Inggris, atau Amerika Serikat.