Tampilkan postingan dengan label Mancanegara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mancanegara. Tampilkan semua postingan

Bercengkrama dengan Salju di Andorra

Jumat, 04 Maret 2011


KOMPAS/HARYO DAMARDONO Pas de la Casa kawasan wisata ski paling timur di wilayah Andorra
 



A warning though: it may not be the same a few years from now. Greed and uncontrolled development risk spoiling the side valleys. In the last five years, its resort have invested over 50 milion euros in mountain cafes and restaurants, chair lifts and gond olas, car parks and snowmaking machines.
(Sebuah peringatan: (Andorra) mungkin tak sama lagi dalam beberapa tahun mendatang. Sifat rakus dan pembangunan yang tak terkontrol akan merusak lembah-lembah di sana. Lima tahun terakhir, ada investasi 50 juta euro untuk penginapan, kafe, warung makan, gondola, dan lapangan parkir mobil).
Itulah kalimat-kalimat provokatif dalam Buku Lonely Planet: Spain tentang Andorra pada halaman 396. Seolah-olah kalimat pengantar buku itu ingin mengatakan, bila anda tidak mengunjungi Andorra sekarang, maka penyesalan akan datang di kemudian hari.
Di Indonesia, ini mungkin paralel dengan ajakan untuk sesegera mungkin menyaksikan pasar terapung di Lok Baintan, Kalimantan Selatan. Diprovokasi oleh Mantan Kabiro Kalimantan (Alm) Syaifullah, bahwa pasar terapung di sungai itu segera menghilang dilibas oleh angkutan sepeda motor. Maka, beberapa tahun lalu, saya langsung terbang ke Banjarmasin menuju Lok Baintan.