Tampilkan postingan dengan label suoth celebes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label suoth celebes. Tampilkan semua postingan

Air Terjun Bantimurung dan Kupu-kupu

Senin, 28 Maret 2011


KOMPAS IMAGES/NI LUH MADE PERTIWI F Kawasan bermain air di Bantimurung, Maros, Sulawesi Selatan.
 Seharusnya air tampak bening dan arus tenang. Di kala hujan terus menerus dan cuaca tak menentu, air terjun Bantimurung tampak keruh. Tumpahan air terjun mengalir deras hingga jauh. Di saat cuaca bersahabat, warung-warung ikan bakar akan merajai tepi aliran air terjun.
Namun, hal tersebut tak menyurutkan anak-anak untuk berenang dengan riang. Di kawasan tersebut memang tersedia bagian kolam renang untuk anak-anak. Bahkan, lengkap dengan perosotan air. Uniknya air kolam tersebut berasal dari air terjun. Orang dewasa memang biasa berenang langsung di aliran air terjun. Nah, si kecil pun tak mau kalah. Ia bisa tetap bisa bermain air namun di tempat yang lebih aman.
Taman Nasional Air Terjun Bantimurung yang terletak di Makassar, Sulawesi Selatan ini masih menjadi favorit para wisatawan lokal maupun domestik. Hanya perlu sejam perjalanan dari bandara, Anda sekeluarga akan menemukan kawasan rindang penuh pepohonan. Udara sejuk dan desiran air terjun membuat ingin berlama-lama di tempat ini. Apalagi sambil mengelar tikar dan piknik bersama keluarga. Suasana pun makin seru.
Tak hanya, air terjun Bantimurung juga terkenal dengan kupu-kupu. Jangan heran saat memasuki kawasan ini penuh pedagang cenderamata yang terbuat dari kupu-kupu diawetkan. Karena itu datanglah ke air terjun Bantimurung pada bulan Mei. Pada saat ini, kupu-kupu banyak bermunculan. Anak-anak pun tak sekadar bermain air, namun juga belajar mengenai kupu-kupu. Jika ingin wisata edukasi tentang kupu-kupu, datangi saja Museum Kupu-Kupu yang berada di kawasan yang sama.
Untuk mencapai air terjun Bantimurung, Anda harus melewati Jl. Perintis Kemerdekaan ke arah Kabupaten Maros. Nah, jangan lupa untuk membeli Roti Maros di perjalanan. Roti Maros merupakan roti khas daerah Maros. Penampakannya sangat sederhana, seperti roti biasa. Ciri khas roti ini adalah isian srikaya. Rasanya yang legit pasti disukai anak-anak.

SEJARAH SINGKAY BENTENG ROTTERDAM

Sabtu, 15 Januari 2011

Sejarah Singkat
Benteng Fort Rotterdam merupakan salah satu benteng di Sulawesi Selatan yang boleh dianggap megah dan menawan. Seorang wartawan New York Times, Barbara Crossette pernah menggambarkan benteng ini sebagai “the best preserved Dutch fort in Asia”. Pada awalnya benteng ini disebut Benteng Jumpandang (Ujung Pandang).



Benteng ini merupakan peninggalan sejarah Kesultanan Gowa, Kesultanan ini pernah Berjaya sekitar abad ke-17 dengan ibu kota Makassar. Kesultanan ini sebenarnya memiliki 17 buah

benteng yang mengitari seluruh ibu kota. Hanya saja, Benteng Fort Rotterdam merupakan benteng paling megah diantara benteng benteng lainnya dan keasliannya masih terpelihara hingga kini.

Benteng ini dibangun tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-X yang bernama Imanrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung atau Karaeng Tunipalangga Ulaweng. Pada awalnya bentuk benteng ini adalah segi empat, seperti halnya arsitektur benteng gaya Portugis. Bahan dasarnya campuran batu dan dan tanah liat yang dibakar hingga kering.

Pada tanggal 9 Agustus 1634, Sultan Gowa ke-XIV (I Mangerangi Daeng Manrabbia, dengan gelar Sultan Alauddin) membuat dinding tembok dengan batu padas hitam yang didatangkan dari daerah Maros. Pada tanggal 23 Juni 1635, dibangun lagi dinding tembok kedua dekat pintu gerbang.

Benteng ini pernah hancur pada masa penjajahan Belanda. Belanda pernah menyerang Kesultanan Gowa yang saat itu dipimpin Sultan Hasanuddin, yaitu antara tahun 1655 hingga tahun 1669. Tujuan penyerbuan Belanda ini untuk menguasai jalur perdagangan rempah rempah dan memperluas sayap kekuasaan untuk memudahkan mereka membuka jalur ke Banda dan Maluku.

Armada perang Belanda pada waktu itu dipimpin oleh Gubernur Jendral Admiral Cornelis Janszoon Speelman. Selama satu tahun penuh Kesultanan Gowa diserang, serangan ini pula yang mengakibatkan sebagian benteng hancur. Akibat kekalahan ini Sultan Gowa dipaksa untuk menandatangani Perjanjian Bongaya pada tanggal 18 November 1667.

Gubernur Jendral Speelman kemudian membangun kembali benteng yang sebagian hancur dengan model arsitektur Belanda. Bentuk benteng yang tadinya berbentuk segi empat dengan empat bastion, ditambahkan satu bastion lagi di sisi barat. Nama benteng kemudian dinamakan Fort Rotterdam, yang merupakan nama tempat kelahiran Speelman.

Sejak saat itu Benteng Fort Rotterdam berfungsi sebagai pusat perdagangan dan penimbunan hasil bumi dan rempah rempah sekaligus pusat pemerintahan Belanda di wilayah Timur Nusantara (Indonesia).


Arsitektur Benteng
Dinding benteng ini kokoh menjulang setinggi 5 meter dengantebal dinding sekitar 2 meter, dengan pintu utama berukuran kecil. Jika dilihat dari udara benteng ini berbentuk segi lima seperti penyu yang hendak masuk kedalam pantai. Karena benteng ini bentuknya mirip penyu, kadang juga benteng ini juga dinamakan Benteng Panynyua (Penyu). Benteng ini mempunyai 5 Bastion, yaitu bangunan yang lebih kokoh dan posisinya lebih tinggi di setiap sudut benteng yang biasanya ditempatkan kanon atau meriam diatasnya.


Wisata Sejarah
Salah satu obyek wisata yang terkenal disini selain melihat benteng serta museum Lagaligo adalah menjenguk ruang tahanan sempit Pangeran Diponegoro saat dibuang oleh Belanda sejak tertangkap ditanah Jawa. Perang Diponegoro yg berkobar diantara tahun 1825-1830 berakhir dengan dijebaknya Pangeran Diponegoro oleh Belanda saat mengikuti perundingan damai. Pangeran Diponegoro kemudian ditangkap dan dibuang ke Menado, lantas tahun 1834 ia dipindahkan ke Fort Rotterdam.

Dia seorang diri ditempatkan didalam sebuah sel penjara yang berdinding melengkung dan amat kokoh. Diruang itu ia disedikan sebuah kamar kosong beserta pelengkap hidup lainnya seperti peralatan shalat, alquran, dan tempat tidur. Banyak kemudian yang meyakini bahwa Diponegoro wafat di Makassar, lalu ia dikuburkan disitu juga. Tapi ada pendapat lain mengatakan, mayat Diponegoro tidak ada di Makassar. Begitu ia wafat Belanda memindah ia ketempat rahasia agar tidak memicu letupan diantara pengikut fanatiknya di Jawa atau disitu.
Akses ke Lokasi
Karena letaknya di tengah Kota Makassar, benteng ini mudah diakses. Bisa menggunakan taksi, angkutan kota, atau fasilitas pengantaran hotel.

Tarif
Pengelola tidak mengenkan tarif kepada setiap pengunjung yang masuk ke benteng ini.

sumber artikel : http://wisata.makassarkota.go.id/ind...d=35&Itemid=39

sumber foto : http://www.elanguages.org/images/56680 dan http://stat.kompasiana.com/files/2010/07/rotterdam3.jpg
Wawar05 no está en línea   Reply 
With Quote

AYO KE MAKASSAR !

Visit Makassar 2011, Ayo ke Makassar!



Kota Makassar sepertinya tidak mau jadi peserta saja dalam berbagai kesempatan dan program pariwisata Indonesia. Menjadi penggagas VISIT MAKASSAR 2011 adalah merupakan langkah awal pemerintah kota Makassar untuk menunjukan keseriusanya menggarap lahan pariwisata yang sangat potensial, karena selama dunia ada, manusia akan selalu berwisata. Dapat dikatakan pariwista tidak akan mati selama manusia hidup.
Program Visit Makassar and Beyond 2011 diharapkan menjadi momentum awal bangkitnya industri pariwisata di Sulawesi Selatan dan Kota Makassar khususnya. Makassar yang merupakan kota berlandaskan kearifan lokal mempunyai alam yang indah seperti wisata alam nasional Bantimurung Kabupaten Maros, bangunan rumah adat Toraja, serta beberapa tempat tujuan wisata lainnya.
Program Visit Makassar merupakan sebuah program yang terarah dan berkesinambungan untuk meningkatkan sektor pariwisata dari tahun 2011 hingga 2014. Program ini lahir bukan saja sebagai wujud apresiasi Pemkot Makassar untuk menopang program Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata setiap tahunnya. Program ini tentunya akan berjalan dengan baik jika semua pihak-pihak terkait ikut bekerjasama untuk mensukseskan program pariwisata ini.

INDAHNYA BERMAIN DI WATER BOOM PANGKEP


Ke mana Anda menghabiskan akhir pekan? Jika belum punya rencana, Anda bisa mengunjungi Dunia Fantasi atau Kawasan Wisata Mattappa yang terletak di Kelurahan Samalewa Kecamatan Bungoro Pangkep. Taman wisata ini menawarkan berbagai permainan layaknya di Ancol, Jakarta. Ada water boom, bianglala, kolam renang yang dilengkapi lucuran air sepanjang 30-100 meter, bom-bom car, dan sebagainya. Kasubdin Obyek Wisata Pangkep, Syamsuddi, beberapa saat lalu, mengatakan, kawasan wisata ini mempunyai luas sekitar 11 hektar. Namun saat ini belum semuanya dimanfaatkan untuk taman wisata. Biaya yang ditawarkan untuk masuk ke kolam renang ini hanya Rp 10 ribu per kepala. Jika ingin menggunakan permainan lainnya, pengunjung harus membayar lagi.
sumber : http://salewangang01.blogspot.com/2010/09/water-boom-pangkep.html